Jumat, 13 April 2012

TUGAS KETIGA -Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi


NAMA       : VIRGILIA RIFANI (27211301)
dari KELOMPOK 1
SHERLI YUNIARTI (26211736)
TUTI NURJANAH (27211201)
DINI NURHAYATI (22211161)
VIRGILIA RIFANI (27211301)

1EB25
EKONOMI/AKUNTANSI

Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi
a. Rencana Pemerintah
            
Saat ini perekonomian di Indonesia sedang mengalami devisite , pemerintah pun merencanakan untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada awal bulan april. Dengan dinaikannya harga BBM bersubsidi pemerintah berharap dapat mengubah perekonomian di Indonesia walaupun persentasenya sangat kecil. pemerintah merencanakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp.1500 per liter.manfaat yang diperoleh dari kebijakan kenaikan BBM lebih kecil dibandingkan biaya social ekonomi yang harus di tanggung oleh perekonomian dan rakyat Indonesia, terutama rakyat menengah kebawah.
            Saat ini anggaran subsidi yang di anggarkan dalam APBN makin lama makin menurun dan pemerintah sengaja ingin menghilangkan subsidi tersebut secara sistematis. Dan hal ini dapat diartikan bahwa politik fiscal hanya menyantuni birokrasi bukan kesejahteraan rakyat Indonesia. Pemerintah seharusnya dapat memperbaiki APBN terutama dari sektor penerimaan untuk mencegah kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Saat ini struktur APBN masih belum optimal dan dapat diperbaiki dengan memperbaiki sektor penerimaan. Apabila hal tersebut dapat diperbaiki, maka pemerintah tidak perlu untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Namun banyak pro dan kontra yang timbul dari masyarakat Indonesia dalam menanggapi kenaikan harga barang bakar minyak (BBM) bersubsidi ini. Salah satu masyarakat yang pro dalam rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini adalah Badan Pengatur Hilir dan Gas (BPH Migas). Ia menyesalkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini tidak jadi di naikkan. Karena apabila bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jadi di naikkan, hal ini akan mengurangi beban Negara dan masyarakat akan berpaling ke bahan bakar minyak non subsidi (pertamax). Karena bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi lebih murah daripada bahan bakar minyak non subsidi. Dan apabila harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jadi dinaikkan, maka otomatis dapat membantu anggaran pemerintah dan dapat menekan pemakaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
            Pada saat sidang paripurna yang digelar di gedung MPR dan DPR pada 31 maret kemarin, pemerintah menetapkan untuk menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).  pemerintah pun diharapkan agar dapat melakukan konsolidasi secara intensif untuk menyiapkan langkah konkret dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian Indonesia dan dapat menjaga stabilitas keseimbangan keuangan Negara setelah adanya penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
            Dengan adanya penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini, akan membuat ketidakpastian kinerja perekonomian nasional. Walaupun harga bahan bakar minyak (BBM) tidak jadi naik ,namun harga barang dan kebutuhan pokok justru lebih dulu naik untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut. Dan hal ini sulit untuk diturunkan kembali seperti normalnya.

b. Dampak negative dan positive dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM)

      Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini, dapat memungkinkan terjadinya dampak negative dan positive dalam masyarakat di Indonesia ini . antara lain :
Dampak negative dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi :
         Harga barang dan jasa menjadi naik
          Akibat rencana pemerintah unuk  menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi  ini, harga barang dan jasa pun ikut naik. Sebelum harga BBM bersubsidi di naikkan, harga barang dan jasa pun  sudah naik. 
        Terjadinya inflasi
Pemerintah memiliki rentang yang lebih untuk menyesuaikan tingkat harga. Sementara itu inflasi mereda dari tiga tahun pada pertengahan tahun 2011. Komisi dapat menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ketika harga minyak internasional bergerak lebih dari 4% selama periode 22 hari kerja.Semestinya pemerintah membatasi kenaikan dalam biaya bahan bakar untuk konsumen dalam negeri ketika harga bahan bakar minyak internasional terus menanjak keuangan negara dipastikan akan terganggu, karena inflasi yang sudah meningkat kemungkinan besar akan kembali tinggi saat harga BBM bersubsidi jadi dinaikkan. Meski harga BBM bersubsidi tidak jadi naik, namun tindakan antisipasi yang dilakukan masyarakat, termasuk pedagang sudah mengerek harga bahan pangan pokok dan komoditas pertanian lainnya. Terkait hal ini, Kepala Pusat Humas Kementerian Perdagangan Frank Kandouw mengatakan, pemerintah akan menjaga kesimbangan antara pasokan dan permintaan untuk menjaga kestabilan harga barang-barang.

         Penurunan ekspor    
         Terjadinya penurunan ekspor akibat naiknya bahan bakar minyak (BBM) karena harga minyak dunia saat ini sudah mengalami penaikkan .

        Bertambahnya beban rakyat menengah kebawah     
         Akibat dari kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut, rakyat menengah kebawah mengalami pertambahan beban ekonomi karena semua harga ikut naik.


            Di dalam rencan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini, selain berdampak negative, ada pula dampak positive dari kenaikan harga bahan bakar minyak. pemerintah menaikkan dengan maksud memanfaatkan kenaikan harga BBM tersebut.

Adapun dampak positive dari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai berikut :
        Dapat mengurangi pemakaian BBM    
Apabila bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik, maka otomatis hal ini dapat menekan penggunaan BBM bersubsidi, dan masyarakat akan berpaling ke BBM non subsidi (pertamax) terutama masyarakat menengah ke atas.
        Menyelamatkan keuangan Negara
Adapun manfaat dari kenaikkan tersebut, otomatis hal ini dapat menyelamatkan kondisi perekonomian Indonesia walaupun persentasenya amat kecil.
  Dapat meningkatkan devisite Negara
  Dapat memberikan bantuan di sektor pendidikan dan kesehatan
Dari kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tersebut, dana tersebut dapat dipergunakan untuk memberikan dana bantuan di sektor pendidikan dan kesehatan bagi rakyat Indonesia menengah kebawah.
Walaupun bahan bakar minyak tidak jadi naik, namun Masyarakat Indonesia yakin bahwa pemerintah dapat menyelamatkan keuangan Negara terkait terus meningginya harga minyak di dunia saat ini.
Menurut Ahmad Erani Yustika mengusulkan agar pemerintah dapat menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi  karena apabila harga BBM naik maka masyarakat Indonesia dapat bertambah  beban socialnya dan beban ekonomi akibat dari naiknya harga bbm tersebut.
            Dengan naiknya harga bahan bakar minyak tersebut, bahan pokok, barang dan jasa akan ikut naik. Maka dari itu masyarakat menengah kebawah sangat tidak menyetujui rencana pemerintah tersebut walaupun rencana itu baik untuk Negara, namun rencana tersebut menurut mereka sangat mencekik leher akibat semua serba naik.
c. Hal yang harus dilakukan pemerintah
            Dengan ditetapkannya penundaan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) ,pemerintahpun harus memikir ulang rencana-rencana yang harus di tangani untuk kesejahteraan rakyat dan untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia.
Adapun rencana yang harus dilakukan pemerintah :


Membuat aturan larangan terhadap kendaran mewah untuk mengisi prememiun yang bersubsidi.
Aturan ini dapat dibuat pemerintah untuk menekan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Apalagi saat ini kendaraan pribadi yang mewah memakai BBM bersubsidi, padahal seharusnya yang dapat memakai BBM bersubsidi ini adalah masyarakat menengah kebawah. Dan agar kendaraan mewah dapat berpaling ke bahan bakar minyak non subsidi (pertamax)
       Membuat larangan terhadap kendaraan dinas untuk mengisi BBM yang bersubsidi.
Hal ini juga sama seperti hal nya kendaraan pribadi yang mewah. Sudah tidak sewajarny masyarakat Indonesia yang menengah keatas dapat mengisi kendaraannya di bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini. Pemerintah harus melarang keras hal ini terjadi.
              Memikirkan ide strategis sebelum melakukan tindakan
Sebelum melakukan tindakan, pemerintah harus memikirkan ulang hasil dari tindakan tersebut. Dan yang lebih di pikirkan adalah kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia ini.
          Melakukan pembenahan dalam politik fiscal
Pemerintah perlu membenahi politik fiscal dimana politik tersebut saat ini sedanng mengalami kenaikan dan membuat masyarakat Indonesia yang menengah kebawah mengalami kesulitan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.

              Dapat memihak kepada rakyat dari pada kepentingan birokrasi
Rakyat Indonesia berharap agar pemerintah dapat mementingkan kepentingan rakyat dari pada kepentingan birokrasi semata. Rakyan Indonesia saat ini banyak yang menjadi pengangguran dan mengalami krisis ekonomi.
              Dapat membangun Negara Indonesia menjadi lebih berkembang
Dalam hal ini pemerintah dituntut untuk membangun Negara Indonesia menjdi lebih baik dan berkembang maju seperti hal nya Negara-negara lain yang berkembang. Dan pemerintah harus mampu dalam membangun Negara ini menjadi lebih berkembang.

Dari rencana pemerintah tersebut, rakyat mengharapkan agar pemerintah terlebih dahulu dapat melakukan pembenahan terhadap  para menteri  yang berindikasi melakukan korupsi keuangan Negara. Apabila bahan bakar minyak (BBM) jadi naik, masyarakat pun dapat berharap dana tersebut dapat di pergunakan dengan sewajarnya dan tidak sampai di salah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab (koruptor)
Saat ini kondisi politik fiscal pemerintah makin menjauh dari upaya pembangunan dan kesejahteraan rakyat, karena pemerintah lebih mengutamakan kepentingan birokrat. Dan lebih mengakomodasikan pemerintah yang makin meningkat setiap tahunnya. Dan ini semua perlu pembenahan dari pemerintah sendiri agar pengeluaran Negara tidak lebih besar dari pada pendapatan.

d. Tanggapan masyarakat Indonesia mengenai naikknya harga Bahan Bakar Minyak  
     (BBM) bersubsidi.
            Dalam menanggapi rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tersebut, masyarakat Indonesia menanggapi dengan berbagai tanggapan dan alasan. Adapun tanggapan dan alasan dari rakyat Indonesia yang pro adalah ia tidak menyetujui dangan rencana pemerintah tersebut, karena apabila BBM bersubsidi dinaikkan, maka tanggungannya akan bertambah. Sebelum BBM bersubsidi dinaikkan, tanggungannya saja sudah berat,apalagi ditambah penaikkan harga BBM bersubsidi yang akan menaikkan harga barang dan jasa.
            Dan ada pula masyarakat Indonesia yang kontra terhadap kenaikkan harga barang dan jasa ini, alasannya karena dana dari kenaikkan tersebut akan meringankan beban pemerintah untuk membayar utang Negara.
            Namun sebelum harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan, harga barang dan jasa sudah naik dan itu sulit untuk di turunkan kembali. Dan akibat dari rencana pemerintah tersebut, mengakibatkan terjadinya kerusuhan dan tindakan demokrasi di berbagai kota khususnya Jakarta. Dalam hal ini, pemerintah harus bertindak tegas dan cepat untuk memikirkan resiko yang akan di tanggung apabila bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jadi dinaikkan.
            Adapun tanggapan dari masyarakat Indonesia  mengenai hal ini, pemerintah harus membenahi struktur tenaga kerja sehingga pekerja formal dapat meningkat, dengan cara menumbuhkan sektor pertanian serta industri yang berbasis pertanian dan sumber daya alam. Dan pemerintah dapat membangun pasar modern untuk memperkuat pasar tradisional yang jumlahnya makin menurun setiap tahunnya. dan harus mengembalikan penguasaan pengelolaan sumber daya alam kepada Negara Indonesia sehingga pihak asing dan domestic diberikan max 20%.

e. Keputusan Pemerintah
            Pada hari sabtu, 31 maret kemarin pemerintah mengadakan sidang paripurna yang dilaksanakan di gedung MPR dan DPR untuk memutuskan rencana pemerintah guna menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. sidang paripurna pun berjalan sangat alot (rusuh). Dari sidang tersebut  di putuskan bahwa bahan bakar minyak (BBM) ditunda kenaikkannya selama 6 bulan dan diputuskan oleh ketua DPR RI yaitu Marzuki Ali .
            Keputusan tersebut di sambut masyarakat Indonesia dengan antusias dan harapa-harap cemas. Dengan keputusan pemerintah tersebut, rakyat kecil di Indonesia sangat berantusias. Namun bagi rakyat Indonesia yang mernengah ke atas, terjadinya kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak menjadi kendala.
seiring batalnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April lalu, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok mulai kembali stabil, setelah mengalami kenaikkan harga akibat rencana pemerintah tersebut.
SUMBER :






Senin, 02 April 2012

PEREKONOMIAN INDONESIA DI ERA ORDE BARU


Perekonomian Indonesia
“Perekonomian Indonesia di Era Orde Baru”


DISUSUN OLEH:

SHERLI YUNIARTI (26211736)
TUTI NURJANAH (27211201)
DINI NURHAYATI (22211161)
VIRGILIA RIFANI (27211301)

1EB25
EKONOMI/AKUNTANSI

UNIVERSITAS GUNADARMA
KALIMALANG,MARET 2012


I.PENDAHULUAN


Latar Belakang

Kami membuat makalah ini dilatarbelakangi dengan dinamika perekonomian bangsa Indonesia pada zaman ORBA (Orde Baru). Di mana zaman ini adalah zaman yang lama berkuasa, yaitu selama kurang lebih 32 tahun. Dan selama masa pemerintahan tersebut banyak masalah-masalah ekonomi yang terjadi pada rezim tersebut. Dan banyak kejadian-kejadian ekonomi yang terjadi, seperti stabilisasi, rehabilitasi, inflasi, dan lain-lain. Karena dengan latar belakang tersebut kami membuat makalah ini. 

Rumusan-masalah

Dalam pembahasan rumusan masalah, penulis bisa menyampaikan beberapa pertanyaan, yaitu :
1. bagaimana keadaan perekonomian Indonesia pada zaman ORBA ?
2. dampak kebijakn poltik terhadap perekonomian Indonesia pada saat itu?
3. dampak kebijakn ekonomi yang diambil pemerintah pada saat itu ?

Tujuan
Dimana dalam tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai penunjang nilai dalam mata kuliah PEREKONOMIAN INDONESIA. Selain itu tujuan dalam penulisan makalah ini adalah ingin mengetahui bagaimana perkembangan dan kondisi perekonomian Indonesia pada zaman ORBA.

Manfaat
Selain tujuan yang sudah dijabarkan di atas, penulisan makalah ini juga mempunyai manfaat. Penulis berharap agar dengan penulisan makalah ini ada manfaat, yaitu menambah pengetahuan kita semua dalam masalah perekonomian Indonesia waktu itu, selain itu menambah wawasan kita sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi tentang masalah perekonomian Indonesia.




II. ISI

Pemerintah memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia yang berbasis pasar.dimana pemerintah dapat menetapkan harga barang pokok ,yaitu bahan bakar, listrik, dan beras.
Pada saat masa kemerdekaan ,kondisi ekonomi keuangan amat buruk. Hal ini disebabkan antara lain :
1. inflasi yang sangat tinggi.
Penyebab inflasi yang sangat tinggi yaitu beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali.
2. adanya blokade ekonomi oleh belanda untuk menutup pintu perdagangan luar negeri Republik Indonesia.
Blokade laut ini dimulai pada bulan November 1945 , menutup pintu keluar-masuk perdagangan RI. Adapun alasan pemerintah Belanda melakukan blokade ini adalah:
·         Agar dapat mencegah masuknya senjata dan peralatan militer ke Indonesia;
·         Agar dapat Mencegah keluarkannya hasil-hasil perkebunan milik Belanda dan milik asing lainnya;
·         Agar bangsa Indonesia dapat terlindungi dari tindakan yang dilakukan oleh bangsa lain.
3. kas Negara kosong
4. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan
5. tanah pertanian rusak
§  Tanah pertanian di tanami tanaman keras
§  Tenaga kerja di jadikan romusa

Dalam mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi tersebut, pemerintah melakukan usaha-usaha, usaha tersebut antara lain :
·         melakukan Program Pinjaman Nasional yang dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman, yang dilakukan pada bulan Juli 1946.
·         Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India seberat 500000 ton, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
·         melakukanKonferensi ekonomi Februari 1946 yang bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan yang bulat dalam menyelesaikan masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
·         membentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 yang bertujuan untuk membuat rencana pembangunan ekonomi jangka waktu dua sampai tiga tahun.
·         merekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang pada tahun 1948 yaitu mengalihkan bekas tenaga angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
·         dapat menghasilkan rencana produksi lima tahun yang dikenal dengan nama Kasimo Plan, yang berisinya:
                        1. Memperbanyak kebun bibit dan padi unggul
2. mencegahan penyembelihan hewan pertanian
                        3. Penanaman kembali tanah kosong
4. Pemindahan penduduk (transmigrasi) 20 juta jiwa dari Jawa ke Sumatera dalam jangka waktu 1-15 tahun.
            Pada tahun 1959 kehidupan ekonomi Indonesia belum berhasil membaik, melainkan masalah yang datang cukup berat.pemerintah pun berusaha untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang sulit ini, usaha tersebut antara lain :

1. Gunting Syafruddin
Kebijakan ini adalah pemotongan nilai mata uang. Dengan cara memotong semua uang yang bernilai Rp. 2,50 ke atas hingga nilainya tinggal setengahnya. Kebijakan ini dilakukan pada tanggal 20 Maret 1950 berdasarkan SK Menteri Nomor 1 PU tanggal 19 Maret 1950 yang dilaksanakan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara pada masa pemerintahan RIS yang bertujuan untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar Rp. 5,1 Miliar.
Keuntungan dari kebijakan ini adalah rakyat kecil tidak dirugikan karena yang memiliki uang Rp. 2,50 ke atas hanya orang-orang kelas menengah dan kelas atas. Dengan kebijakan ini dapat mengurangi jumlah uang yang beredar ,maka pemerintah mendapat kepercayaan dari pemerintah Belanda dengan mendapat pinjaman sebesar Rp. 200 juta.

2. System ekonomi gerakan benteng
Sistem ekonomi ini merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia yangbertujuan untuk mengubah struktur ekonomi yang berat sebelah yang dilakukan pada masa Kabinet Natsir yang direncanakan oleh Sumitro Djojohadikusumo (menteri perdagangan)danmengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). Programnya adalah:
    * dapat menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa Indonesia.
    * Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.
    * Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit.
    * para pengusaha pribumi secara bertahap dapat berkembang menjadi maju.

3. Gagasan Sumitro
Gagasan Sumitro ini dituangkan dalam program Kabinet Natsir dan Program Gerakan Benteng dimulai pada April 1950.Hasilnya selama 3 tahun (1950-1953) lebih kurang 700 perusahaan bangsa Indonesia menerima bantuan kredit dari program ini.Tetapi tujuan program ini tidak dapat tercapai dengan baik meskipun beban keuangan pemerintah semakin besar.Penyebab Kegagalan program ini karena :
* dalamkerangka sistem ekonomi liberal para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan para pengusaha non pribumi.
    * Para pengusaha pribumi memiliki mentalitas yang cenderung konsumtif.
    * ketergantungannya para pengusaha pada pemerintah.
    * kurang mandirinya para pengusaha untuk mengembangkan usahanya.
    * cepatnya para pengusaha mendapatkan keuntungan besar dan menikmati cara hidup mewah.
    * penyalahgunakan kebijakan para pengusaha dengan mencari keuntungan secara cepat dari kredit yang mereka peroleh.

Maka dampak yang ditimbulkan adalah program ini menjadi salah satu sumber defisit keuangan. Beban defisit anggaran Belanja pada 1952 sebanyak 3 Miliar rupiah ditambah sisa defisit anggaran tahun sebelumnya sebesar 1,7 miliar rupiah. Sehingga menteri keuangan Jusuf Wibisono memberikan bantuan kredit khususnya pada pengusaha dan pedagang nasional dari golongan ekonomi lemah sehingga masih terdapat para pengusaha pribumi sebagai produsen yang dapat menghemat devisa dengan mengurangi volume impor.
Seiring meningkatnya rasa nasionalisme maka pada akhir tahun 1951 pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia.Awalnya terdapat peraturan bahwa mengenai pemberian kredit harus dikonsultasikan pada pemerintah Belanda.Hal ini menghambat pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan moneter.Tujuannya adalah untuk menaikkan pendapatan dan menurunkan biaya ekspor, serta melakukan penghematan secara drastis.Perubahan mengenai nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan bank sirkulasi diumumkan pada tanggal 15 Desember 1951 berdasarkan Undang-undang No. 24 tahun 1951.

4. System Ekonomi Ali-Baba
            System ini di prakarsai oleh menteri perekonomian kabinet Ali I yaitu Iskaq Tjokrohadisurjo. Program ini mempunyai tujuan, yaitu :
·         Agar dapat memajukan pengusaha pribumi.
·         Bekerjasama dengan para pengusaha pribumi untuk memajukan perekonomian nasional.
·         Dapat bekerjasama antara pengusaha pribumi dan non pribumi dalam memajukan perekonomian Indonesia.
·         Pertumbuhan dan perkembangan pengusaha swasta nasional pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional.


System ini di namakan system Ali-Baba adalah Ali digambarkan sebagai pengusaha pribumi sedangkan Baba digambarkan sebagai pengusaha non pribumi khususnya Cina.Dengan pelaksanaan kebijakan Ali-Baba, pengusaha pribumi diwajibkan untuk memberikan latihan-latihan dan tanggung jawab kepada tenaga-tenaga bangsa Indonesia agar dapat menduduki jabatan-jabatan staf.Pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional.Pemerintah memberikan perlindungan agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang ada. Program ini tidak dapat berjalan dengan baik sebab:
·         Kurangnya pengalaman pengusaha pribumi. Sedangkan pengusaha non pribumi lebih berpengalaman dalam memperoleh bantuan kredit.sehingga pengusaha pribumi hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
·         Indonesia lebih mengutamakan persaingan bebas.karena Indonesia menerapkan sistem Liberal
·         Belum sanggupnya pengusaha pribumi untuk bersaing dalam pasar bebas.

5. Persaingan Finansial Ekonomi (Finek).
Pada masa Kabinet, Burhanuddin Harahap dikirim delegasi ke Jenewa untuk merundingkan masalah finansial-ekonomi antara pihak Indonesia dengan pihak Belanda.Misi ini dipimpin oleh Anak Agung Gde Agung. Pada tanggal 7 Januari 1956 dicapai kesepakatan rencana persetujuan Finek, yang berisi:
·         Persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan.
·         Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral.
·         Hubungan Finek didasarkan pada Undang-undang Nasional, tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak.
Hasilnya pemerintah Belanda tidak mau menandatangani, sehingga Indonesia mengambil langkah secara sepihak.Tanggal 13 Februari 1956 Kabinet Burhanuddin Harahap melakukan pembubaran Uni Indonesia-Belanda secara sepihak.Tujuannya untuk melepaskan diri dari keterikatan ekonomi dengan Belanda.Sehingga, tanggal 3 Mei 1956, akhirnya Presiden Soekarno menandatangani undang-undang pembatalan KMB.Dampaknya adalah banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya, sedangkan pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan Belanda tersebut.

6. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT).

 masa kerja kabinet pada masa liberal yang sangat singkat dan program yang silih berganti menimbulkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang menyebabkan terjadinya kemerosotan ekonomi, inflasi, dan lambatnya pelaksanaan pembangunan.
Program yang dilaksanakan umumnya merupakan program jangka pendek, tetapi pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II, pemerintahan membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara.Tugas biro ini merancang pembangunan jangka panjang.Ir. Juanda diangkat sebagai menteri perancang nasional. Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui DPR pada tanggal 11 November 1958. Tahun 1957 sasaran dan prioritas RPLT diubah melalui Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). Pembiayaan RPLT diperkirakan 12,5 miliar rupiah.RPLT tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan karena :
·         Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada akhir tahun 1957 dan awal tahun 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot.
·         Perjuangan pembebasan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi.
·         Adanya ketegangan antara pusat dan daerah sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.

7. Musyawarah Nasional Pembangunan
            Terjadinya ketegangan hubungan antara pusat dan daerah pada masa kabinet Juanda.dengan adanya Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap) masalah tersebut dapat teratasi. Tujuan diadakannya Musyawarah Nasional Pembangunan adalah untuk mengubah rencana pembangunan agar dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang. Tetapi tetap saja rencana pembangunan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik dikarenakan:
    * Terjadinya kesulitan dalam menentukan skala prioritas.
    *ketegangan politik yang tak dapat diredakan.
    * Timbul pemberontakan PRRI/Permesta.
Hal ini membutuhkan biaya besar untuk menumpas pemberontakan PRRI/ Permesta sehingga meningkatkan defisit Indonesia.Memuncaknya ketegangan politik Indonesia- Belanda menyangkut masalah Irian Barat mencapai konfrontasi bersenjata.

Perjuangan pembebasan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi.
·         Adanya ketegangan antara pusat dan daerah sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.

8. Orde baru
Inflasi dapat ditahan sekitar 5%-10% dengan melalui kebijakan moneter yang ketat.Nilai mata uang rupiahpun dapat stabil dan dapat ditebak, pemerintahpun menerapkan sistem anggaran berimbang.anggaran pembangunan banyak dibiayai oleh bantuan pihak asing.sudah tiga puluh tahun lamanya pemerintahan orde baru presiden soeharto.
Pemerintah mulai menghilangkan hambatan aktivitas ekonomi pada pertengahan 80an. Tujuan utamanya pada sektor eksternal dan finansial untuk meningkatkan lapangan pekerjaan .Indonesia diakui banyak analisis sebagai ekonomi industri dan pasar utama yang berkembang.
beberapa kelemahan struktural dalam ekonomi Indonesia tertutupi karena meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi.tidak ada jalan yang efektif untuk mengumpulkan hutang, menjalankan kontrak atau menuntut atas kebangkrutan akibat dari system legal yang sangat melemah.perluasan dan pelanggaran peraturan, termasuk batas peminjaman disebabkan oleh aktivitas bank dengan peminjaman berdasarkan collateral.terciptanya gangguan ekonomi akibat dari . Hambatan non-tarif, penyewaan oleh perusahaan milik negara, subsidi domestik, hambatan ke perdagangan domestik, dan hambatan ekspor seluruhnya
pada akhir tahun 1997 di indonesia terjadi krisis finansial asia tenggara dengan mudah berubah menjadi krisis ekonomi dan politik. Indonesia pun merespon masalah ini dengan menaikkan tingkat suku bunga domestik untuk mengendalian naiknya inflasi dan melemahnya nilai mata uang Indonesia yaitu rupiah.Pada Oktober 1997, Indonesia mencapai kesepakatan terhadap International Monetary Fund (IMF) tentang program reformasi ekonomi yang diarahkan pada penstabilan ekonomi makro dan penghapusan beberapa kebijakan ekonomi yang dinilai merusak, antara lain yang melibatkan anggota keluarga presiden soeharto yaitu Program Permobilan Nasional dan monopoli. hingga pada akhirnya Presiden Suharto terpaksa mengundurkan diri pada Mei 1998 karena Rupiah masih belum stabil dalam jangka waktu yang cukup lama

9. Pasca Soeharto

 Pada bulan Agustus 1998, Indonesia dan IMF menyetujui program pinjaman dana di bawah Presiden B.J Habibie.pada tahun 2010, ekonomi Indonesia sangat stabil dan dapat tumbuh dengan pesat dibawa oleh presiden susilo bambang yudhoyono. Indonesia adalah Negara yang dapat tumbuh dengan cepat diantara 20 negara anggota industri ekonomi terbesar didunia.












 10. Kajian Pengeluaran Publik.
Keuangan Indonesia telah mengalami transformasi besar sejak akhir tahun 90an pada saat krisis keuangan Asia.kontraksi ekonomi yang sangat besar dan penurunan yang sejalan dalam pengeluaran publik disebabkan oleh krisis keuangan tersebut. utang dan subsidi pun meningkat secara drastis, dan belanja pembangunan dikurangi. cara pemerintah membelanjakan dana telah mengalami transformasi melalui perubahan besar yang menyebabkan lebih dari sepertiga dari anggaran belanja pemerintah beralih ke pemerintah daerah pada tahun 2006.
pada tahun 2005, harga minyak internasional yang terus meningkat menyebabkan subsidi minyak domestik Indonesia tidak bisa dikontrol, mengancam stabilitas makroekonomi yang telah susah payah dicapai. Namun risiko politik bahwa kenaikan harga minyak yang tinggi dapat menyebabkan tingkat inflasi menjadi lebih besar, dan pemerintahpun mengambil keputusanuntuk memotong subsidi minyak.
Keputusan pemerintah untuk memotong subsidi minyak mendatangkan US$10 miliar untuk pengeluaran bagi program pembangunan. Sementara itu, pada tahun 2006 tambahan US$5 miliar telah tersedia berkat penurunan pembayaran utang. pada tahun 2006 pemerintah membelanjakan US$15 miliar untuk program pembangunan. sejak peningkatan pendapatan yang dialami ketika terjadi lonjakan minyak pada pertengahan tahun 70an, Negara ini belum mengalami ruang fiskal.namun, perbedaan yang paling utama adalah meningkatnya pendapatan yang besar dari minyak pada tahun tersebut semata-mata dikarenakan keberuntungan keuangan

yang tak terduga. Sebaliknya, saat ini ruang fiskal tercapai sebagai hasil langsung dari keputusan kebijakan pemerintah yang hati-hati dan tepat.
sementaraitu, Indonesia mengalami kemajuan dalam penyediaan sumber keuangan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, dan hal ini dapat dipertahankan untuk terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang, subsidi tetap adalah beban besar pada anggaran pemerintah. Walaupun terdapat pengurangan subsidi pada tahun 2005, total subsidi masih sekitar US$ 10 miliar dari belanja pemerintah tahun 2006 atau sebesar 15 persen dari anggaran total.
Berkat keputusan B.J.Habibie untuk mendesentralisasikan wewenang pada pemerintahan daerah dan sebagian besar dari belanja pemerintah yang meningkat diberikan melalui pemerintah daerah.Danhasilnya pun pemerintah propinsi dan kabupaten di Indonesia sekarang dapat membelanjakan 37% dari total danapublik.



Ketersediaan tingkat desentralisasi saat ini dan ruang fiskal, pemerintah Indonesia bersepakat untuk memperbaiki pelayanan publiknya yang terabaikan.Apabila dapat dirawat dengan hati-hati, maka daerah-daerah yang tertinggal di bagian timur Indonesia dapat memungkinkan untuk mengejar daerah-daerah lain di Indonesia yang sudah lebih maju dalam hal. Hal tersebut dapat memungkinkan masyarakat Indonesia agar fokus ke generasi yang akan datang dalam melakukan perubahan, contohnya penyediaan infrastruktur seperti yang sudah ditargetkan. Karena itu, alokasi dana publik yang tepat dan pengelolaan yang hati-hati dari dana tersebut pada saat mereka dialokasikan telah menjadi hal utama untuk belanja publik di Indonesia untuk kedepannya.
Sebagai contoh, sementara anggaran pendidikan telah mencapai 17.2%dari total belanja publik, mendapatkan alokasi tertinggi dibandingkan sektor lain dan mengambil sekitar 3.9% dari PDB pada tahun 2006, dibandingkan dengan hanya 2.0 persen dari PDB pada tahun 2001sebaliknya total belanja kesehatan publik masih dibawah 1.0 persen dari PDB. Sementara itu, investasi infrastruktur publik masih belum sepenuhnya pulih dari titik terendah pasca krisis dan masih pada tingkat 3.4% dari PDB .Satu bidang lain yang menjadi perhatian saat ini adalah tingkat pengeluaran untuk administrasi yang luar biasa tinggi. Mencapai sebesar 15% pada tahun 2006 .menunjukkan suatu penghamburan yang signifikan atas sumber daya publik.


III. PENUTUP


Kesimpulan
Kehidupan perekonomian pada zaman Orde Baru sudah berlalu sekitar 10 tahun yang lalu. Tapi pembahasannya masih cukup hangat sampai sekarang. Pada saat mulainya zaman Orde Baru, pemerintahan yang baru ini diwarisi dengan keadaan ekonomi yang parah. Yaitu dengan utang luar negri yang banyak sebesar 2,3-2,7 miliar, tingkat inflasi yang tinggi dan permasalah ekonomi dan poltik yang lain. Sehingga pada permulaan pemerintahan Orde Baru, pemerintah menempuh berbagai macam cara, seperti stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi, membentuk kerja sama denagn luar negri, dan pembangunan ekonomi. Dengan berorientasikan pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi, penyelamatan keuangan Negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Dan berharap dengan cara tersebut permasalahan yang ditinggalkan oleh Orde Lama bisa diselesaikan.
Dan terbukti dengan cara tersebut masalah-masalah tersebut mulai bisa di atasi dengan cepat. Itu teraplikasi dengan pemerintah mengeluarkan beberapa program pembangunan, yaitu PELITA (Pembangunan Lima Tahun), dan berjalan dengan lancar.
Tapi dibalik keberhasilan pemerintah, ada juga dampak negatif dari kebijakan yang diambi loleh pemerintah. Seperti, terjadinya otoritas, KKN, dwifungsi ABRI/Polri,pembangunan yang tidak merata, fundamental pembangunan ekonomi yang sangat rapuh.



DAFTAR PUSTAKA


http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Indonesia















Minggu, 18 Maret 2012

TUGAS PERTAMA PEREKONOMIAN INDONESIA

SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

NAMA       :
VIRGILIA RIVANI (27211301)
dari KELOMPOK 1
SHERLI YUNIARTI (26211736)
TUTI NURJANAH (27211201)
DINI NURHAYATI (22211161)
VIRGILIA RIVANI (27211301)

1EB25
EKONOMI/AKUNTANSI

TUGAS PERTAMA
1.Sebutkan apa yang dimaksud dengan  Sistem Perekonomian

    
  a)   Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar     manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.
  b)  Sanusi (2000), sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian produksi, distribusi, konsumsi.

     Jadi yang dimaksud dengan Sistem Perekonomian adalah perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.


2. Bagaimana Perkembangan Sistem Perekonomian antara lain:
a)      Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalis)
   Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi                   politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah  nilai politik yang utama.Liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas. Liberalisme adalah sebuah ideolog yang mengagungkan kebebasan. Ada dua  macam Liberalisme, yakni Liberalisme Klasik dan Liberallisme Modern.
           
                  Ada tiga hal yang mendasar dari Ideologi Liberalisme yakni Kehidupan, Kebebasan    dan Hak Milik.Nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar Liberalisme yaitu:
Kesempatan yang sama. (Hold the Basic Equality of All Human Being). Bahwa manusia mempunyai kesempatan yang sama, di dalam segala bidang kehidupan baik politik, sosial,ekonomi dan kebudayaan.Namun karena kualitas manusia yang berbeda-beda, sehingga dalam menggunakan persamaan kesempatan itu akan berlainan tergantung kepada kemampuannya masing-masing. Terlepas dari itu semua, hal ini (persamaan kesempatan) adalah suatu nilai yang mutlak dari demokrasi
Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, dimana setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, maka dalam setiap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik dalam kehidupan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan kenegaraan dilakukan secara diskusi dan dilaksanakan dengan persetujuan – dimana hal ini sangat penting untuk menghilangkan egoisme individu
Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak menurut kehendak rakyat.(Government by the Consent of The People or The Governed)[2]
Berjalannya hukum (The Rule of Law). Fungsi Negara adalah untuk membela dan mengabdi pada rakyat. Yang menjadi pemusatan kepentingan adalah individu.(The Emphasis of Individual)
Negara hanyalah alat (The State is Instrument).Negara itu sebagai suatu mekanisme yang digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan negara itu sendiri
Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse Dogatism).
         Kebaikan Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalis):
    1.Setiap individu termotivasi untuk mencari keuntungan
    2.Termotivasi untuk mencari keuntungan untuk dirinya sendiri
    3.Pemilihin sektor usaha disesuaikan dengan kemampuannya
    4.Meningkatnya efisiensi dan kualitas barang yang diproduksi
            Keburukan Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalis)
     1.Terjadinya kesenjangan antara si kaya dan si miskin\
            2.Timbulnya monopoli dalam jangka panjang
            3. Terdapat eksploitasi SDA
            4.Timbulnya persaingan tidak sehat

b)     Perkembangan Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme/Soialis)
Sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.
Sistem ekonomi sosialisme sebenarnya cukup sederhana. Semua aspek ekonomi dianggap sebagai milik bersama, tapi bukan berrarti harus dimiliki secara sepanuhnya secara bersama, semua aspek ekonomi boleh dimiliki secara pribadi masing-masing, dengan syarat boleh digunakan secara Sosialis, mirip dengan gotong-royong sebenarnya.
             Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :
1)      Sulit melakukan transaksi Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang                  terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi                  hanya untuk  mendapatkan makanan sebanyak dua kali.
2)      Membatasi kebebasan System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator.
3)      Mengabaikan pendidikan moral Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan.
            Adapun kebaikan-kebaikan dari Sistem Ekonomi Sosialis adalah :
1)      Disediakannya kebutuhan pokok Setiap warga Negara disediakan kebutuhan  pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas   kesehatan, serta tempat dan lain-lain.
2)      Didasarkan perencanaan Negara Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya.
3)      Produksi dikelola oleh Negara Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh  Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-  kepentingan Negara.

c)      Sistem Ekonomi Campuran
Dalam sistem ini berusaha memadukan dua sistem yang bertolak belakang secara ekstrim di atas, dimana dalam menentukan suatu dasar sistem perekonomian suatu negara, berusaha membandingkan dan mengambil kebaikan-kebaikan dari kedua sistem tersebut. Dalam hal ini dibedakan dari suatu proses mana yang akan dikuasai oleh negara dan oleh swasta dalam rangka mencapai suatu kemakmuran masyarakat atau sering disebut dengan ekonomi kolektif atau ekonomi pasaran sosial.
Dalam sistem ini pula, kekuasaan pemerintahan negara dan kebebasan individu atau masyarakat berdampingan dalam kadar yang berbeda-beda sesuau dengan falsafah atau dasar sistem sosial masyarakat. Ada campuran yang lebih mendekati kapitalis karena kadar kebebasan relatif lebih besar. Ada pula campuran yang lebih mendekati sosialis karena kadar dan peranan pemerintah yang relatif besar dalam proses ekonomi.
Tapi dalam bentuk berbagai campuran, ini bersumber dari ekonomi bangsa, termasuk alat produksi dimiliki oleh individu atau kelompok swasta disamping sumber-sumber tertentu yantg dikuasai oleh pemerintah pusat. Untuk itu dalam sistem ekonomi campuran paling tidak ada dua sektor, yaitu sektor negara (sektor pemerintah dan sektor publik) dan sektor swasta.
Sistem campuran melahirkan ekonomi pasaran sosial, yang memungkinkan terjadi persaingan dipasaran bebas, tapi bukan persaingan mati-matian, sedang campur tangan pemerintah dilancarkan untuk menyehatkan kehidupan ekonomi, mencegah konsentrasi yang terlalu besar dipihak swasta (kapitalkisme), mengatasi krisis-krisis, dan membantu golongan yang secara ekonomis lemah.
           Untuk itu nama lain yang identik dengan sistem ekonomi campuran adalah negara kemakmuran,negara
           kesejahteraan, demikrasi ekonomi dan masyarakat adil makmur.



Sumber

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian

http://id.wikipedia.org/wiki/Liberalisme

http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme

TUGAS KEDUA PEREKONOMIAN INDONESIA

SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

NAMA       : VIRGILIA RIVANI (27211301)

dari KELOMPOK 1
SHERLI YUNIARTI (26211736)
TUTI NURJANAH (27211201)
DINI NURHAYATI (22211161)
VIRGILIA RIVANI (27211301)

1EB25
EKONOMI/AKUNTANSI
TUGAS KEDUA

1.Sebutkan Perbedaan berbagai macam sistem ekonomi diatas

a)      Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalis):

1)      Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu
2)      Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
3)      Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
4)   Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh)
5)      Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan
6)      Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
7)      Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi
8)      Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.

b)      Perkembangan Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme/Soialis):
1)      faktor produksi dikuasai pemerintah
2)      kegiatan ekonomi diatur pemerintah
3)      tidak ada hak milik pribadi
4)      tidak ada kebebasan berusaha secara individu
5)      jarang terjadi krisis ekonomi
6)      sering terjadi monopoli

c)      Sistem Ekonomi Campuran:
1)      pemerintah dapat mengatur secara langsung pemanfaatan faktor – faktor  produksi
2)      secara politik pemerintah membantu dan mengawasi terlaksananya kegiatan ekonomi
3)      faktor produksi milik negara hanya pemanfaatannya diserahkan kepada masyarakat dan diatur oleh pemerintah.
4)      Sistem Ekonomi Demokrasi / Pancasila


2. Jelaskan Perekonomian Indonesia pada masa sebelum orde baru berdasarkan
    Demokrasi Ekonomi!

Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :
Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
 Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI.
 Kas negara kosong.
 Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.

Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
 a.Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
  b.Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
  c.Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
  d.Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
  e.Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948 mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
  f. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan

  Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
 Masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.
 Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi, antara lain :
 a)Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
 b)Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menunbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi.
 c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
 d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
 e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil KMB, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut.

Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
 Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi (Mazhab Sosialisme). Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :
 a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
 b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.
 c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
 Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah, dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. Sekali lagi, ini juga salahsatu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik, eonomi, maupun bidang-bidang lain. http://muttaqiena.blogspot.com/2008/06/analisa-sejarah-perekonomian-indones

Senin, 02 Januari 2012

Tugas Pengantar Bisnis (Fa. Maju Mundur)


Anggota Investasi Kekayaan Pribadi
Fa. Maju Mundur :
A.     Rp. 800.000,- Rp. 400.000,-
B.     Rp. 600.000,- Rp. 300.000,-
C.     Rp. 400.000,- Rp. 200.000,-
D.     Rp. 200.000,- Rp. 100.000,-

1.      Berdasarkan data diatas. Ditetapkan jika perusahaan memperoleh keuntungan akan dibagikan kepada masing-masing investor setelah dikurangi 50% sebagai Laba Yang Ditahan. Apabila dibulan pertama beroperasi Fa. Maju Mundur memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp. 1.000.000.-. Berapa keuntungan yang diperoleh masing-masing anggota (A, B, C, D)?
Jawab :
·        Laba Perusahaan Fa. Maju Mundur sebesar : Rp 1.000.000
·        Laba Ditahan sebesar : 50% x Rp 1.000.000 = Rp 500.000
·        Laba yang dibagikan ke : Rp 1.000.000 – Rp 500.000 = Rp 500.000
Jadi, keuntungan yang di dapat masing-masing Anggota adalah :
a.      Rp    800.000  x Rp 500.000  = Rp 200.000
Rp 2.000.000
b.      Rp    600.000  x Rp 500.000  = Rp 150.000
Rp 2.000.000
c.      Rp    400.000  x Rp 500.000  = Rp 100.000
Rp 2.000.000
d.      Rp    200.000  x Rp 500.000  = Rp   50.000
Rp 2.000.000


2.      Berdasarkan data diatas. Apabila dibulan kedua terdapat kewajiban/utang kepada Bank DIO sebesar Rp. 2.000.000.-. Berapa besar kewajiban yang dibebankan atas harta kekayaan milik pribadi masing-masing anggota (A, B, C, D)?
Jawab :
·        Kewajiban kepada Bank Dio sebesar Rp 2.000.000
Jadi, besar kewajiban atas Harta kekayaan milik pribadi masing-masing anggota sebesar :
a.      Rp     400.000   x   Rp 2.000.000  =  Rp  800.000
Rp  1.000.000
b.      Rp     300.000   x   Rp 2.000.000  =  Rp  600.000
Rp  1.000.000
c.      Rp     200.000   x   Rp 2.000.000  =  Rp  400.000
Rp  1.000.000
d.      Rp     100.000   x   Rp 2.000.000  =  Rp  200.000
Rp  1.000.000

Kamis, 22 Desember 2011

MOTIVATED EVER !



makna atau inti dari video ini adalah Kesuksesan diawali dari Kegagalan. jika kita tidak pernah merasakan kegagalan berarti kita tidak pernah "hidup".

1.     Albert Einstein belum dapat berbicara sampai ia berusia 4 tahun dan belum dapat membaca sampai ia berusia 7 tahun. Gurunya melukiskannya sebagai orang yang lamban ingatan, tidak dapat bergaul dan selalu terlena dalam lamunan- lamunannya yang tolol. Ia kemudian dikeluarkan dari sekolah dan ditolak oleh Zurich Polytechnic School.

Walt Disney dipecat oleh seorang editor surat kabar karena dianggap kekurangan ide. Ia juga jatuh bangkrut beberapa kali sebelum membangun Disney Land.

Pada tahun 1962, empat musisi muda (group rock) asal Inggris yang gugup bermain untuk pertunjukan rekaman mereka yang pertama kalinya di hadapan eksekutif perusahaan rekaman DECCA. Mereka tidak tertarik dengan kelompok 4 pemuda itu. Ketika menolak group rock asal Inggris itu (The Beatles), salah seorang eksekutif itu mengatakan bahwa, “Kami sangat tidak menyukai mereka, disamping itu kelompok gitarisnya juga tidak begitu populer”.

Mega bintang bola basket Michael Jordan pernah disisihkan dari regu bola basketnya saat di SMA. Dia berjalan pulang kerumahnya sambil menangis.

Lucille Ball, ketika mulai belajar menjadi artis pada tahun 1927, instruktur kepala di Sekolah Drama John Murray Anderson
pernah berkata kepadanya, “Cobalah profesi yang lain, apa saja.”

Abraham Lincoln
1813 – Ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya.
1832 – Ia menderita kekalahan dalam pemilihan kepala daerah tingkat lokal.
1833 – Ia kembali menderita kebangkrutan
1835 – Istrinya meninggal dunia
1836 – Ia menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa
1837 – Ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato
1840 – Ia gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat
1842 – Ia menderita kekalahan untuk duduk didalam konggres Amerika Serikat
1848 – Ia kalah lagi di konggres Amerika Serikat
1855 – Ia gagal lagi di senat Amerika Serikat
1856 – Ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden
1858 – Ia kalah lagi di senat Amerika Serikat
1860 – Ia akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat
kata mundur sama sekali tidak ada dalam kamusnya. Akibatnya, setelah semua kegagalan ia dapati, ia kemudian mencapai suatu sukses yang luar biasa.


Thomas Alfa Edison barangkali merupakan penemu yang paling besar dalam sejarah Amerika Serikat. Ketika pertama kali ia sekolah di Port Huron, Michigan, gurunya mengeluh kalau ia terlalu lamban,bodoh untuk mempelajari apapun dan sulit untuk diatur. Oleh karena itu, ibunya memutuskan untuk menariknya dari sekolah itu dan mengajarinya sendiri di rumah. Thomas Alfa Edison muda sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Sewaktu berumur 10 tahun, ia membuat laboratorium kimianya sendiri untuk pertama kalinya. Energi dan kejeniusannya
yang tidak ada habisnya (yang dikatakannya sebagai “10% inspirasi dan 90% kerja keras”) akhirnya membuahkan lebih dari 1300 penemuan sepanjang hidupnya.
Ketika Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu, ia telah melakukan eksperimen lebih dari 2000 kali sebelum bola lampu itu bisa menyala. Seorang reporter muda bertanya bagaimana mengalami kegagalan sebanyak itu, lalu Edison menjawab, “Saya tidak pernah gagal sekalipun, karena saya akhirnya menemukan bola lampu, hanya saja itu merupakan proses 2000 tahap.”

Rabu, 23 November 2011

PEMASARAN



1. Pengertian Pasar dan Pemasaran

    Pasar adalah tempat dimana bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan suatu transaksi dalam hal jual beli .
Pemasaran merupakan bagian terpenting berhubungan dengan pasar ,karena pasar yang ada sekarag merupakan pasar pembeli dimana terjadinya transaksi jual beli tergantung pada keputusan pembeli sendiri.
Peamsaran memiliki beberapa definisi menurut para ahli pemasaran :
a. Willian J Stanson
   Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk nmerencanakan menentukan harga barang ,mempromosikan dan mendistribusi barang dan jasa yang akan memuaskan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
b. Philip dan Ducan
    Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang-barang berujud kepada konsumen .
c.American Marketing Association
   Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen dan konsumen.

2. Jenis - Jenis Pasar

 a. Jenis pasar menurut cara transaksi dibagi menjadi 2 ,yaitu:
     . Pasar Tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi jual beli secara langsung ,terjadinya tawar-menawar ,bangunannya terdiri dari kios-kios atau gerai, dan dsaranya dibuat oleh penjual itu sendiri atau dari seorang pengelola pasar
      . Pasar modern tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional ,namun dalam pasar modern tidak terjadi proses tawar menwar melainkan pembeli melihat daftar harga yang sudah dicantumkan ,dan dilayani oleh seorang pramuniaga dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan).
b. Jenis pasar menurut jenisnya ,dibagi menjadi 2 ,yaitu :
     . Pasar Konsumsi adalah pasar yang menjual barang - barang untuk keperluan konsumsi .Misalnya menjual beras ,sandal ,dll . Contohnya : pasar kramat jati
     . Pasar faktor produksi adalah pasar yang menjual barang-barang untuk keprluan produksi. Misalnya menjual mesin-mesin untuk memproduksi barang .
c. Jenis pasar menurut jenis barang yang dijual:
      pasar ikan ,pasar buah ,dll
d. Jenis pasar menurut lokasinya ,yaitu
     misalnya pasar kebayoran baru dan pasar kebayoran lama.
e. Jenis pasar menurut hari ,yaitu
     pasar yang dinamakan sesuain hari pasar itu dibukan ,Contohnya : Pasar senen ,pasar rebo dan pasar minggu.
f. Pasar menurut luas jangkauan dibagi menjadi 4 yaitu:
    . Pasar daerah adalah membeli dan menjual barang dalam satu daerah produk itu dihasilkan .
    . pasar lokal adalah melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota .
    . pasar nasional adalah melayani permintaan dan penawaran dalam satu negeri.
    . pasar internasional adalah pasar yang menjual dan membeli barang dari beberapa negara .
g. Pasar menurut wujud dibagi menjadi 2 yaitu:
     . Pasar konkret adalah pasar yang lokasinya dapat dilihat dengan kasat mata .Misalnya ada los-los atau toko-toko .
     . Pasar abstrak adalah pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata dan penjual dan pembeli tidak berteu secara langsung . Contohnya onlineshop.

3. Konsep Inti Pemasaran

 Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
  Dalam pemasaran terdapat 6 konsep yang menjadi dasar pemasaran yaitu :
 1. Konsep Produksi : konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana - mana dengan harga murah.
2. Konsep produk : bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu ,performansi dan ciri-ciri yang baik.
3. Konsep penjualan : bahwa konsumen , dengan dibiarkan begitu saja ,organisasi harus melaksanakan proses penjualandan promosi  yang agresif  .
4. Konsep Pemasaran : bahwa kunci untuk mencaai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara efektif dan efisien dibandingan pesaing.
5. Konsep pemasaran sosial : bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan ,keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara efektif dan efisien daripada pesaingan dan tetap meningkatkan kesejateraan konsumen dan masyarakat.
6. Konsep pemsaran global : bahwa manajer eksekutif memahami semua faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap.

4.Manajemen Pemasaran

  Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan ,untuk berkembang dan untuk mendapatkan laba . Proses pemasaran itu dilakukan sebelum barang-barang diproduksi dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen .
  Secara definisi ,Manajemen pemasaran adalah penganalisa ,perencanaan , pelaksanaan ,dan dan penagawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahan (Kotler,1980)

5. Bauran Pemasaran

Bauran Pemasaran terdiri dari 4P yaitu :
   a. Product adlah segala sesuatu yang ditawarkan kepada konsumen ,dan barang yang diawarkan dapt dilihat, dipegang,dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen .Produk dapat teridri dari produk vareity ,quality,dll
   b. Price adalah sejumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price ,discount ,allowance,payment periode ,credit terms dan retail price.
   c. Place adalah berbagai kegiatan perusahaan yang membuat produk dapat terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Place meliputi channel, coverage, locations, and transport .
   d. Promotion adalah kegiatan perusahaan untuk mengomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran : advertising,publick relation,sales promotion ,personal selling dan direct marketing.
      Bauran pemasaran yang terdiri dari 4P mengalami perkembangan seiring berjalannya jaman dan tuntutan pasar yang terus perkembang telah mengalami evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangannya perilaku konsumen dan kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright mengembangkan bauran pemasaran menjadi 8P yaitu product elements ,place , cyberspace dan time ,promotion and education ,price and other user outlays, process ,produvtivity and quality ,people and psycal evidence .

6. Tujuan Sistem Pemasaran 

     Sistem pemasaran melibatkan banyak kegiatan pemasaran yang memperngaruhi banyak pihak sepetri pembeli ,penjual maupun kelompok masayarat yang mennginkan produk-produk bermutu denga harga wajar serta loikasi yang mudah terjangkau.
Ada 3 alternatif yang menjadi tujuan sistem pemasaran ,yaitu:
1. Memaksimalkan konsumsi 
kegiatan kegiatan pemasaran yang telah dijalankan seharusnya dapat merangsang terjadi konsumsi maksimal yang pada bgilirannya akan menciptakan produksi ,kesempatan kerja dan kemakmuran maksimal bagi msyarakat.
2. memaksimumkan kepuasan konsumen 
Tujuan sistem pemasaran in adalah memberi kepuasan kepada konsumen ,bukan kepda konsumsi .
3. Memaksimimkan mutu hidup
Tujuannya :
a. memperkenalkan produk kepada masyakarat
b.melakukan promosi baik dalam bentuk fisik maupn maya.
c. mendukung penjualan sehingga terjadinya penjualan
d. melakukan pemetaan terhadap pasar
e. analisa terhadap pesaing usaha
f. membeuat feedback pagi produksi
g. sebagai acuan  atau pertimbangan  untuk meningkatkan periode selanjutya

7. Pendekatan Dalam Mempelajari Pemasaran


a. Pendekatan Seba Fungsi
Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu :
pembelian, pengangkutan, penjualan, penyimpanan,
pembelanjaan, penanggungan resiko, standarnisasi
dan grading, pengumpulan informasi pasar
b. Pendekatan Serba Lembaga
Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat
dalam pemasaran, misal : produsen, suplier,
perantara dagang dsb
c. Pendekatan Serba barang (Pendekatan Organisasi
Industri)
Studi tentang bagaimana barang berpindah dari
produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri
4. Pendekatan Serba Manajemen
Dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang
diambil